| Shoshin - pikiran pemula |
|
Halaman 1 dari 3 Berpikir Sebagaimana Sabuk Putih; Kerendahan hati bisa membantu anda mempelajari hal baru yang nampaknya usang Oleh: Martin Rooney * Martin Rooney adalah direktur Parisi Speed School and pelatihan pengkondisian Tim Renzo Gracie. Dia telah melatih para petarung untuk ADCC, UFC, dan Pride. Bukunya berjudul "Training for Warriors" dan DVD nya terdapat di www.parisisschool.com Artikel ini ditulis dalam majalah GRACIE (www.graciemag.com ) terbitan#124, halaman 76 (Juni 2007) Saat saya mulai menulis untuk majalah GRACIE, pikiran saya terbuka terhadap ide apapun. Sekarang ini saya telah menulis untuk majalah ini hampir selama 6 tahun. Orang seringkali bertanya cara saya terus menulis bulan demi bulan dengan tulisan yang baru. Jawaban saya adalah bahwa kunci tulisan saya dan seni bela diri adalah selalu memiliki Pikiran Seorang Pemula. 3. BERLATIHLAH HINGGA MENJADI BAGIAN DIRI ANDA Untuk mencapai Pikiran Seorang Pemula, anda tidak hanya harus mengevaluasi kecenderungan berfikir anda saat ini, namun juga melatih pola pikir ini selama merenung dan bertindak. Hanya dengan latihan yang terus meneruslah anda akan mencapai keberhasilan. Takuan Soho mengatakan '"saat pemula tidak mengetahui apapun tentang sikap badan atau tehniknya, pikirannya tidak berhenti dalam dirinya. Saat ia mulai belajar beragam tehnik, pikiranya berhenti dibanyak tempat. Kemudian, saat waktu dan banyak latihan telah berlalu, pikiranya akan menjadi di saat ia pada permulaan ketika pikirannya tidak mengetahui apapun dan belum diajari apapun." Saya berharap setiap orang menikmati artikel bulan ini dan mengisi pemikiran sabuk putih dalam benak anda. Hal ini tidak hanya membuat anda menjadi sederhana, namun saya berjanji bahwa apapun yang anda lakukan akan menjadi lebih menyenangkan dan baru. Dengan menggunakan pola pikir ini, saya berjanji untuk tetap membawakan anda informasi yang hebat di setiap bulan. Sekarang ini merupakan tugas anda untuk sungguh-sungguh memperhatikan seolah seperti dari sudut pandang seorang pemula dan bergairah dengan kegairahan baru, bukannya menjadi letih karena pengalaman. Sekarang mulailah!Meskipun selama bertahun-tahun saya merasa telah banyak mempelajari jiujitsu, seni bela diri, dan pelatihan fisik, ada saat dimana sulit bagi saya mencapai tingkatan kegairahan yang sama yang pernah saya miliki ketika membaca, menulis dan berlatih. Selama ini saya juga memperhatikan banyak orang kehilangan pola pikir yang antusias dan meninggalkan seni bela diri untuk selamanya. Ini memaksa saya bercermin kembali pada pola pikir Pikiran Seorang Pemula yang saya miliki dan kemudian mempelajari cara mendapatkan kembali sikap seperti itu. Artikel ini dirancang untuk menjabarkan semua pola pikir yang penting untuk perkembangan, membantu anda mengidentifikasi masalah-masalah yang akan terjadi jika anda tidak menggunakan pola pikir tersebut, dan tips mengenai cara mendapatkan kembali hal yang telah hilang. Pikiran Seorang Pemula "Dalam Pikiran Seorang Pemula banyak hal yang mungkin, namun dalam Pikiran Seorang Ahli hanya terdapat sedikit kemungkinan." -- Shunryu Suzuki Ketika saya belajar jiujitsu, saya tenggelam dalam apapun mengenai seni ini. Saya membaca segala yang bisa saya dapatkan, mempelajari video-video yang paling awal dan berlatih kapanpun saya bisa. Setiap sesi latihan menambahkan sebuah teknik baru dan cara mengalahkan untuk dipelajari. Saya saat itu benar-benar seorang pemula dan memiliki hal yang sekarang ini saya kenal sebagai kegairahan Pikiran Seorang Pemula. Pikiran Seorang Pemula bisa dilihat sebagai suatu keadaan mental tempat anda merenungkan pelajaran apapun tanpa penilaian dan hasil dari pengetahuan atau pengalaman terdahulu. Saya percaya bahwa pola pikir ini penitng untuk dibawa ke setiap aspek kehidupan anda.
Pikiran Seorang Ahli "Penemuan-penemuan telah lama berlalu semenjak penemuan-penemuan itu mencapai batasnya, dan saya tak lagi berharap akan perkembangan lebih jauh." - Julius Frontinus (Insinyur yang sangat terhormat dari Roma, tahun 100 Masehi) Saya ingat akan pelajaran yang diberikan Sensei Matsumura setelah sang master itu datang ke dojo kami untuk menunjukkan beberapa tehnik aikido sebagai tambahan atas tehnik judo. Yang ia perhatikan adalah bahwa para judoka mendengarkan dengan sungguh-sungguh saat sang master memperagakan tehnik-tehnik judo, namun mengalihkan perhatian selama eragaan tehnik aikido. Sayang, mereka menunjukkan "Ego" atau Pikiran Seorang Master. Setelah itu Sensei berbicara panjang lebar untuk memastikan bahwa "tingkat berapapun sabuk hitam yang pernah kamu capai, kamu harus tetap menjaga pikiran sebagai seorang sabuk putih." Awalnya saya tidak mengerti hal ini tetapi sekarang ini setelah lebih banyak latihan bertahun-tahun, saya mengerti. Saya melihat bahwa Pikiran Seorang Ahli bisa berbahaya bagi siswa seni bela diri, karena kita harus tetap memelihara pemahan tentang penemuan-penemuan supaya terus berkembang. Tak akan terhindrkan saat anda berfikir bahwa anda telah mengetahui segalanya, anda bisa ditunjukkan hal-hal lain. Saya percaya pada saat anda berfikir anda tahu segalanya atau tak ada lagi yang tertinggal atau yang harus dipelajari lagi, itu saatnya anda memutuskan untuk berhenti berkembang. Baik dalam latihan fisik maupun seni bela diri, kadang saya mendapati diri saya jatuh ke dalam perangkap Pikiran Seorang Ahli. Adalah mudah untuk membuang hal baru sebagai hal yang tak berguna darpada menyediakan waktu untuk mengevaluasi dan mengasimilasikan ide-ide baru ke dalam pikiran anda sekarang ini.
|
|||||
| < Sebelumnya |
|---|