Buat Bung Seagal dan Rekan beritahu rekan anda via E-mail
Indeks Artikel
Buat Bung Seagal dan Rekan
Halaman 2
Halaman 3

Tentu saja tanda seorang master bela diri tidak terlihat dari mengambil jalan pemecahan masalah yang bersifat fisik dalam menyelesaikan perselisihan, namun lebih pada menunjukkan luasnya kesadaran diri dan ketetapan hati untuk tidak menggunakan kekuatan kecuali di dalam kondisi yang sangat ekstrim. Para karakter anda di film seringkali adalah orang pongah dan pamer yang menjual lagak pemikiran kebenaran yang palsu dan menjadikan rendahnya citra seni bela diri di banyak tempat.

Anda mungkin mengklaim berada dalam “pembelaan diri” dimana benar-benar tidak ada hal yang bisa anda lakukan dengan kualitas dan isi film-film tersebut, tempat anda terikat secara kontrak untuk muncul seperti itu dan ini adalah keinginan para raksasa industri untuk mengambil semua gambar seperti itu. Argumen ini akan meyakinkan bila anda baru saja masuk dunia film. Namun, anda telah melewati masa yang lama setelah mendapatkan kemahsyuran, uang, dan kekuasaan anda yang menyertainya, dan pastinya bisa mempengaruhi jalannya cerita dan muatan akhir wahana film kalian. Anda adalah para mega-bintang dan dengan begitu memiliki mega-tanggungjawab.

Hal klise lainnya yang seringkali saya dengar untuk menjelaskan selera vulgar yang tak bisa dipercaya dan muatan kekerasan yang ada di film adalah,”Kita khan Cuma memberi apa yang diinginkan publik.” Saya pikir dunia di masa kini amat sangat terpengaruh oleh dikte media masa dimana publik tidak benar-benar mengerti apa “yang mereka mau”. Pengamatan saya adalah bahwa industri hiburan dan film bisa menggiring publik ke arah manapun yang mereka inginkan sepanjang hal yang mereka tawarkan menghasilkan keuntungan. Mereka hanya perlu menawarkan ongkos yang secara tehnis terjangkau dan citra yang membangkitkan gairah dan publik akan memberi hampir toleransi apapun. Para pemirsa film dunia menunjukkan toleransi yang tak bisa dipercaya terhadap kekerasan, vulgaritas, dan horor serta telah menunjukkan berkali-kali dan berulangkali bahwa mereka akan menyorohkan uang yang dengan susah payah mereka hasilkan untuk menyediakan hak untuk bisa meninggalkan tubuh mereka selama sembilan puluh menit (nonton fil –pent.) atau untuk memasuki dunia hiburan yang kotor.



 
< Sebelumnya   Berikutnya >